A COLLECTION OF ENGLISH DESCRIPTIVE TEXTS AND ITS TRANSLATIONS


Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Masa Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas berkat dan karunia Beliau kami dapat merampungkan buku kumpulan contoh-contoh Teks Deskripsi berbahasa Inggris lengkap dengan terjemahannya ini sesuai dengan rencana.

Penulisan buku ini didorong oleh fakta pengalaman penulis bahwa suatu konsep yang abstrak memerlukan contoh-contoh untuk lebih meriilkannya sehingga dapat dipahami dengan lebih baik. Demikian halnya dengan konsep teks deskripsi yang memerlukan contoh-contoh agar dapat ditunjukkan dengan lebih mudah struktur dan unsur-unsur kebahasaannya. Apalagi, konsep merdeka belajar yang salah satunya diwujudkan dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, siswa diharapkan mampu  untuk membangun suatu konsep dari contoh-contoh yang ada. Namun demikian, masih banyak guru-guru yang karena terkendala waktu tidak sempat membuat contoh-contoh teks deskripsi yang relevan.

Bertolak dari hal tersebut diatas, kami memberanikan diri menyusun buku yang berisikan contoh-contoh teks deskripsi Bahasa inggris ini untuk kami persembahkan utamanya kepada para guru Bahasa Inggris dan siswa Indonesia yang memerlukan.

Tunggu apalagi? Ayo, segera dapatkan versi cetak maupun digital buku ini di GooglePlay Books dan Google Books.

 

Selamat membaca!




            

Share:

DOWNLOAD MATERI BAHASA INGGRIS KELAS 9 TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Halo! 

Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan berbahagia. Artikel ini menampilkan link yang mengarahkan Anda ke files materi mata pelajaran Bahasa Inggris Kelas 9 yang dapat Anda download dan pelajari. Materi-materi tersebut dibuat utamanya untuk siswa kelas 9 SMP Negeri Satu Atap 2 Batukandik Tahun Pelajaran 2022/2023. Semoga bermanfaat.

  1. Class Introduction (Pengenalan Kelas) (Download)
  2. Expressions of Hope and Its Responses (Ungkapan Harapan dan Responnya) (Download)
  3. Expressions of Wish and Congratulation (Ungkapan Doa dan Ucapan Selamat) (Download) 
  4. Label (Download)
  5. Procedure Text (Teks Prosedur) (Download)
  6. Pembahasan Soal PTS Ganjil 2022/2023 (Download)
  7. Narrative Text (Teks Narasi) (Download)


CatatanArtikel ini akan terus diperbaharui sepanjang tahun pelajaran


Share:

DOWNLOAD MATERI BAHASA INGGRIS KELAS 8 TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Halo! 

Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan berbahagia. Artikel ini menampilkan link yang mengarahkan Anda ke files materi mata pelajaran Bahasa Inggris Kelas 8 yang dapat Anda download dan pelajari. Materi-materi tersebut dibuat utamanya untuk siswa kelas 8 SMP Negeri Satu Atap 2 Batukandik Tahun Pelajaran 2022/2023. Semoga bermanfaat.

  1. Class Introduction (Pengenalan Kelas) (Download)
  2. Asking for Attention and Checking Understanding Expressions as well as Its Responses (Ungkapan Meminta Perhatian dan Mengecek Pemahaman serta responnya) (Download)
  3. Expressions of Asking and Giving Information about Ability and Willingness (Ungkapan Meminta dan Memberi Informasi tentang Kemampuan dan Kemauan) (Download)
  4. Expressions of Asking and Giving Information about Obligation, Prohibtion, and Suggestion (Ungkapan Meminta dan Memberi Informasi tentang Keharusan, Larangan, dan Saran) (Download)
  5. Greeting Card (Kartu Ucapan) (Download) 
  6. Degree of Comparison (Derajat Perbandingan) (Download)
  7. Simple Past Tense (Download)
  8. Recount Text (Teks Recount) (Download)
  9. Short Messages and Notice (Pesan Singkat dan Pemberitahuan) (Download)
  10. Song's Lyrics (Lirik Lagu) (Download)


Catatan: Artikel ini akan terus diperbaharui sepanjang tahun pelajaran


Share:

DOWNLOAD MATERI BAHASA INGGRIS KELAS 7 TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Halo! 

Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan berbahagia. Artikel ini menampilkan link yang mengarahkan Anda ke files materi mata pelajaran Bahasa Inggris Kelas 7 yang dapat Anda download dan pelajari. Materi-materi tersebut dibuat utamanya untuk siswa kelas 7 SMP Negeri Satu Atap 2 Batukandik Tahun Pelajaran 2022/2023. Semoga bermanfaat.

  1. Class Introduction (Pengenalan Kelas) (Download)
  2. Expressions of Greeting, Leave-Taking, Thanking, and Apologizing (Download)
  3. Pembahasan Soal STS Ganjil 2022/2023 (Download)
  4. Self Identity (Identitas Diri) (Download)
  5. Time (Waktu) (Download)
  6. Descriptive Text (Teks Deskripsi) (Download)
  7. Song's Lyrics (Lirik Lagu)  (Download)

CatatanArtikel ini akan terus diperbaharui sepanjang tahun pelajaran



Share:

GURU: SANG PENENTU ‘NASIB’ KURIKULUM MERDEKA

Pada masa pemulihan pembelajaran pandemi Covid-19 ini, sejumlah media dan ruang-ruang diskusi digital para pendidik dihangatkan dengan wacana kurikulum pendidikan nasional. Hal ini tak terlepas dari kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang meluncurkan paket Merdeka Belajar Episode 15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar pada 11 Februari 2022 lalu. Bukan hal baru bahwa dalam bidang pendidikan, kurikulum merupakan satu dokumen penting yang wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan. Kurikulum memuat tujuan pendidikan, visi dan misi sekolah, serta seperangkat rencana pembelajaran yang terbingkai dalam struktur kurikulum. Muatan kurikulum tersebutlah yang menjadikan kurikulum sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pembelajaran di masing-masing sekolah utamanya untuk memberikan pengalaman belajar bermakna kepada peserta didik. Sehingga, keberadaan dan pemahaman atas kurikulum merupakan hal yang mutlak demi terarahnya penyelenggaraan pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.

Kurikulum Merdeka menjanjikan harapan baru utamanya bagi dunia pendidikan kita. Sebagai produk hasil penyempurnaan kurikulum sebelumnya, Kurikulum Merdeka diharapkan dapat memberikan kemerdekaan kepada masing-masing sekolah untuk mengembangkan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang kontekstual. Kemerdekaan yang digaungkan dalam kurikulum ini tercermin dalam sejumlah perubahan yang cukup mendasar dari kurikulum sebelumnya. Perubahan-perubahan tersebut diantaranya, 1) pengelompokan peserta didik ke dalam beberapa fase, 2) dihapuskannya Kompetensi Inti (KI) & Kompetensi Dasar (KD) dan digantikan dengan Capaian Pembelajaran (CP) per fase, 3) jumlah jam pelajaran yang sebelumnya diatur perminggu menjadi pertahun, 4) alokasi waktu pembelajaran  yang sebelumnya secara rutin setiap minggu dalam setiap semester menjadi fleksibel sepanjang jumlah jam pelajaran dalam setahun terpenuhi, 5) adanya proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang pada kurikulum sebelumnya tidak ada, 6) penilaian yang pada kurikulum sebelumnya terbagi dalam penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, pada kurikulum yang baru ini kembali dilebur menjadi satu, dll. Perubahan-perubahan tersebut jelas berdampak terhadap stakeholders  pendidikan termasuk guru didalamnya. 

Sebagai garda terdepan dan ujung tombak implementasi kurikulum, guru memiliki peran kunci dalam menyukseskan implementasi Kurikulum Merdeka ini. Sebagai prasyarat, kesuksesan dalam implementasi Kurikulum Merdeka ini sangat tergantung pada kesiapan mental dan pengetahuan/wawasan kita sebagai guru. Kesiapan mental yang dimaksudkan adalah kesiapan untuk mau menerima kenyataan bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan termasuk kurikulum. Memiliki kesadaran seperti ini penting agar guru memiliki dorongan untuk move on, sehingga tidak terjebak dalam kebiasaan-kebiasaan lama yang secara prinsip berbeda dengan Kurikulum Merdeka. Kesiapan mental akan memantik rasa ingin tahu yang menggerakkan guru untuk belajar. Proses belajar tersebutlah yang pada akhirnya akan membuat kita sebagai guru memiliki kesiapan secara pengetahuan/wawasan tentang Kurikulum Merdeka. Dengan kesiapan mental dan pengetahuan tersebut, setidaknya guru telah memiliki modal awal untuk sebuah perjuangan menantang dalam rangka menyukseskan Kurikulum Merdeka ini.  

Namun demikian, bertolak belakang dengan hakikat guru sebagai pembelajar sepanjang hayat guna untuk menjawab tuntutan perubahan, sebuah studi mengungkapkan satu fakta ironi. Fakta tersebut adalah banyak dari kita, guru-guru Indonesia, malas bahkan tidak suka membaca hingga disinyalir menjadi salah satu masalah di dunia pendidikan kita (https://litbang.kemendagri.go.id/). Hal ini tentu sangat memprihatikan mengingat peran guru sebagai salah satu sumber informasi bagi siswa. Terlebih membaca merupakan satu upaya penting untuk memperoleh berbagai  informasi. Fakta ironi ini sekaligus juga mengingatkan kita bahwa peran kita sebagai guru tak hanya memberikan masukan, saran, atau kritikan kepada siswa tetapi guru juga harus mampu dan aktif untuk melakukan otokritik. Kemampuan melakukan otokritik akan sangat membantu kita sebagai guru untuk terus berbenah hingga menjadi guru profesional yang adaptif akan perubahan-perubahan yang amat dinamis. Hanya dengan ‘berjalan beriringan’ bersama derasnya arus perubahan kita sebagai guru dapat memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan bermakna kepada siswa.

Lalu, apa upaya pemerintah dan guru-guru untuk menyukseskan implementasi Kurikulum Merdeka ini?

Korelasi wawasan guru terhadap kesuksesan implementasi kurikulum, otomatis mensyaratkan guru melakukan sejumlah upaya untuk mendapatkan pemahaman yang cukup sebagai modal dalam implementasi suatu kurikulum. Menyadari hal tersebut, pada saat yang bersamaan dengan peluncuran Kurikulum Merdeka, Mendikbudristek, Nadiem Makarim juga sekaligus meluncurkan Platform Merdeka Mengajar. Melalui menu Pelatihan Mandiri di platform ini, guru-guru disediakan berbagai materi pelatihan seperti Merdeka Belajar, Kurikulum, Profil Pelajar Pancasila, dll. yang dapat diikuti guru secara mandiri. Untuk memudahkan, pemerintah juga telah menyediakan video tutorial pemanfaatan platform Merdeka Mengajar yang diunggah dikanal YouTube Kemendikbud RI. Selain memaksimalkan pemanfaatan platform tersebut, guru juga dapat secara aktif melakukan upaya lainnya seperti berdiskusi dengan kolega sesama guru, meminta umpan balik dari kolega, dan melakukan refleksi diri. Melalui diskusi bersama kolega, guru-guru berkesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang Kurikulum Merdeka dan ide-ide kreatif dalam upaya implementasinya. Dari diskusi tersebut, kita sebagai guru juga akan memperoleh umpan balik dari teman-teman seprofesi atas pemahaman kita. Selanjutnya, guru-guru juga harus menumbuhkan kepekaan dalam mencermati hal-hal yang sudah dan belum dipahami dengan melakukan refleksi diri. Dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan diri, kita sebagai guru dapat berfokus untuk melengkapi kekurangan tersebut. Harapannya, berbagai upaya yang dilakukan tersebut di atas mampu menebalkan wawasan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dalam menyukseskan implementasi Kurikulum Merdeka, baik selama masa pemulihan pembelajaran Covid-19 maupun nanti saat implementasi serentak di tahun 2024. 

Dalam situasi peralihan seperti ini, kesadaran guru-guru akan perannya sebagai salah satu penentu kesuksesan implementasi kurikulum amat diperlukan. Kesadaran akan peran dan tanggung jawab tersebut merupakan motivasi dari dalam diri (intrinsic motivation) yang akan menggerakkan kita untuk terus belajar dan berupaya memberikan yang terbaik kepada para peserta didik. Terlebih, pemerintah sudah menyiapkan platform Merdeka Mengajar dan berbagai contoh perangkat pembelajaran sebagai upaya dukungan terhadap kita, guru-guru Indonesia. 

Akhirnya, kombinasi penguatan-penguatan yang diberikan oleh pemerintah dan upaya belajar mandiri oleh guru-guru terkait Kurikulum Merdeka menjadi sebuah titik krusial. Kombinasi yang apik ini diharapkan mampu mewujudkan guru merdeka yang dapat menciptakan iklim merdeka belajar untuk membentuk siswa tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, namun juga berprofil pelajar Pancasila. 

Artikel ini telah terbit di BALIPOST.comBaca artikel ...


Share:

INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN DARING GURU-GURU DI INDONESIA

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, TYME, karena atas izin beliau kami berhasil membukukan pengalaman-pengalaman mengajar daring kami, guru-guru Indonesia, selama pandemi Covid-19 dengan mengintegrasikan teknologi. Semoga pengalaman-pengalaman kami tersebut dapat memberikan inspirasi kepada para guru di seluruh nusantara.


        Buku ini tersedia dalam 2 versi, yakni versi cetak dan digital. Untuk versi digital dapat dibaca melalui Google Play Books

Selamat membaca!

        



Share:

FORMAT LAPORAN KARYA INOVATIF


Berikut diberikan contoh format Laporan Karya Inovatif jenis Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Alat Peraga berbentuk Alat Pelajaran.

  1. Laporan Karya Inovatif jenis Teknologi Tepat Guna (TTG) Unduh
  2. Laporan Karya Inovatif jenis Alat Peraga Unduh
*Dibuat berpedoman pada Buku 4


Share:

FORMAT LAPORAN BEST PRACTICE

        

Berikut diberikan contoh format Laporan Best Practice.                    

      

Share:

RPP BAHASA INGGRIS KELAS IX



Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris SMP Kelas IX dapat diunduh melalui link berikut: 

  1. RPP Narrative Text (Unsur Kebahasaan) unduh
  2. RPP Narrative Text (Fungsi Sosial dan Struktur Text) unduh
Share:

RPP BAHASA INGGRIS KELAS VIII


Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris SMP Kelas VIII dapat diunduh melalui link berikut: 

  1. RPP Expressing Suggestions unduh
  2. RPP Recount Text unduh
Share:

RPP BAHASA INGGRIS KELAS VII



Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris SMP Kelas VII dapat diunduh melalui link berikut: 

  1. RPP Expressions of Greeting unduh
  2. RPP Descriptive Text unduh


 

Share:

EXPRESSING PROHIBITION

Materi tentang ungkapan larangan dapat dibaca dan/atau diunduh di bawah ini:  

 

Share:

Leave-Taking Expressions (Ungkapan Pamitan)

Silahkan baca dan/atau unduh materi tentang Leave-Taking Expression melalui link berikut ini:  

 

Share:

EXPRESSING HOPE, WISH, AND CONGRATUALTION

 Berikut adalah materi terkait Expressions of Hope, Wish, and Congratulation (Ungkapan Harapan, Doa, dan Selamat). Selamat membaca!


Share:

Greeting Expression (Ungkapan Sapaan)

Materi terkait ungkapan sapaan dalam Bahasa Inggris (Greeting Expressions) dapat dilihat pada dokumen .pdf berikut ini:

  

 

Share:

PERTEMUAN 1 PENGENALAN TOPIK DAN KONTRAK KELAS


 

Senin, 26 Juli 2021

Pada hari ini dilaksanakan Virtual Meeting melalui Google Meet dengan siswa kelas 8 SMPN Satu Atap 2 Batukandik. Pada pertemuan ini disampaikan topik-topik yang akan dipelajari di Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021/2022 serta pembahasan kontrak kelas.

Materi presentasi dapat didownload disini



Share:

EXPRESSING SUGGESTION



Suggestion merupakan ungkapan saran/himbauan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Saran yang diberikan tersebut dapat diterima atau ditolak. Berikut merupakan pola kalimat untuk memberikan saran dalam Bahasa Inggris:

1. Subject + should + Verb 1 (Kata Kerja Pertama)

Contoh: You should study harder to get better grade (Kamu seharusnya belajar lebih giat untuk memperoleh nilai yang lebih baik).

2. Shall + subject + Verb 1 (Kata Kerja Pertama)

Contoh: Shall we go to library? (Akankah kita ke perpustakaan?)

3. How about …

Contoh: How about visiting Penida beach this afternoon? (Bagaimana kalau mengunjugi pantai penida sore ini?)

4. What about …

Contoh: What about studying together at my house tomorrow? (Bagaimana kalau belajar Bersama di rumah saya besok?)

5. Subject + had + better

Contoh: You had better call your parents before going anywhere (Kamu lebih baik menelpon orang tuamu sebelum pergi kemanapun).

Apabila setuju atau sependapat dengan saran yang diberikan, maka kita dapat menggunakan ungkapan-ungkapan berikut untuk menyatakan persetujuan:

  • That’s a good idea (Itu ide yang baik)
  • That’s right (Itu benar)
  • Okay, let’s do it (Baiklah, ayo kita lakukan)
  • Thanks for your suggestion (terima kasih atas saranmu)

Namun apabila tidak sepakat, kita dapat menggunakan ungkapan-ungkapan berikut:

  • I don’t think it’s a good idea (Saya tidak berpikir ini ide yang bagus)
  • Sorry but that won’t work (Maaf tapi itu tidak akan berhasil)
  • Sorry but that’s not a good idea (Maaf tapi itu bukan sebuah ide yang baik)

Penggunaan ungkapan-ungkapan suggestion (saran) dalam percakapan dapat dilihat dalam contoh dialog berikut:

Dialouge 1:

Leo

:

Do you have any plan for next Sunday?

(Apakah kamu memiliki rencana untuk hari Minggu depan?)

Adi

:

Not really. How about you Leo?

(Tidak. Bagaimana denganmu Leo?)

Leo

:

How about visiting Kelingking beach?

(Bagaimana kalau mengunjungi pantai Kelingking?)

Adi

:

Okay, let’s do it!

(OK. Ayo!)

 

Dialogue 2:

Niken

:

It’s nearly 12 o’clock. Let’s have some food.

(Ini hampir pukul 12. Ayo kita makan)

Adiana

:

Alright. What do you want to eat?

(Baik. Mau makan apa?)

Niken

:

What about eating fried rice with egg?

(Bagaimana kalau nasi goreng dengan telur?)

Adiana

:

Sorry, but I have allergy with egg. Shall we have fried rice without egg?

(Maaf, tapi saya alergi telur. Bagaimana kalau nasi goreng tanpa telur?)

Niken

:

It’s alright.

(Tidak masalah).

 

Share:

EXPRESSING PROHIBITION



Prohibition (larangan) merupakan tindakan atau perintah yang melarang atau tidak mengizinkan seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam Bahasa Inggris terdapat ungkapan-ungkapan tertentu untuk mengungkapkan larangan atau Expressions of Showing Prohibition. Fungsi dari ungkapan-ungkapan tersebut jelas untuk menuliskan larangan dalam Bahasa Inggris. Ungkapan-ungkapan larangan tersebut diantaranya:

No.

Ungkapan

Contoh Kalimat

1.

It is prohibited to …

It is prohibited to activate cell phone during flight (Dilarang mengaktifkan ponsel selama penerbangan)

2.

You aren’t allowed to …

(aren’t = are not)

You aren’t allowed to eat in classroom (Anda tidak diijinkan untuk makan di ruang kelas)

3.

You mustn’t …

(mustn’t = must not)

You mustn’t litter around (Jangan membuang sampah sembarangan)

4.

You aren’t permitted to …

You aren’t permitted to stay at school after school time (Anda tidak diijinkan tinggal di sekolah setelah jam pulang sekolah)

5.

It is forbidden to ….

It is forbidden to use school laboratory without permission (Dilarang menggunakan laboratorium sekolah tanpa izin)

Selain dengan ungkapan-ungkapan di atas, kalimat larangan juga dapat dibentuk dengan pola berikut:

1. must not + Verb 1 (Kata Kerja Pertama)

must not + Verb 1” ini digunakan untuk menyampaikan larangan yang bersumber dari orang yang mengatakannya.

Contoh: You must not litter around (Kamu tidak boleh membuang sampah sembarangan).


2. Cannot + Verb 1 (Kata Kerja Pertama)

Kata cannot yang bermakna tidak boleh digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Contoh: You cannot park here.” (Kamu tidak boleh parkir di sini).


3. To be + not allowed/permitted

To be + not allowed/permitted bermakna “Tidak diperbolehkan/diizinkan”. Ini digunakan untuk menyampaikan larangan yang merupakan peraturan dan bersifat formal.

Contoh: Eating in classroom is not allowed (Makan di ruang kelas tidak diperbolehkan).


4. To be + forbidden/ prohibited

To be + forbidden/prohibited yang bermakna dilarang digunakan untuk menyampaikan larangan yang merupakan peraturan dan bersifat formal. Contoh: Smoking is prohibited (Dilarang merokok)


5. Don’t + Verb 1 (Kata Kerja Pertama)

Ungkapan ini digunakan untuk menyampaikan larangan yang berasal dari orang yang mengatakan dan bersifat informal.

Contoh: Don’t open the window! (Jangan membuka jendela).


6. Not have to + Verb 1 (Kata Kerja Pertama)

Not have to + Verb 1 memiliki arti tidak harus. Ungkapan ini digunakan untuk menyampaikan ketidakharusan dalam melakukan sesuatu.

Contoh:  You don’t have to cheat for doing this test (Kamu tidak harus mencotek untuk mengerjakan tes ini.


7. Need not + Verb 1 (Kata Kerja Pertama)

need not” berarti tidak perlu. “need not” digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang tidak perlu dilakukan.

Contoh: You need not take remedy if you don’t want to pass this subject (Kamu tidak perlu mengikuti remidi bila kamu tidak ingin lulus pelajaran ini).

 

Share:

EXPRESSING OBLIGATION


Obligation adalah sesuatu yang harus dilakukan atau dilaksanakan. Untuk mengungkapkan suatu keharusan, kita menggunakan modal “must”, “have to”, dan/atau “Should”.

AMust (Harus)

Must” umumnya digunakan untuk menyatakan kewajiban yang datang dari diri si pembicara, bukan datang dari luar atau dari orang lain. Misalnya:

  1. I must take a bath before going to Sampalan. (Saya harus mandi sebelum pergi ke Sampalan); penting bagi pembicara untuk mandi sebelum pergi ke Sampalan. Ia sendiri yang mewajibkan dirinya untuk melakukan itu, tidak karena disuruh oleh orang lain.
  2. You must go home now. (Kamu harus pulang sekarang).
  3. I must visit my grandmother this afternoon (Saya harus menjenguk nenek saya sore ini).
  4. I must continue my study abroad. (Saya harus melanjutkan studiku di luar negeri). 
B. Have to (Harus)   

“Have to” juga merupakan suatu modal yang digunakan untuk mengungkapkan suatu keharusan. Berbeda dari “Must”, “Have to” mengindikasikan keharusan yang datang dari luar dimana situasi tertentu, orang lain, atau aturan luarlah yang menciptakan keharusan tersebut. Misalnya:

  1. I have to wear uniform at school (Saya harus mengenakan seragam di sekolah); keharusan ini datang dari sekolah pembicara yang mengharuskannya mengenakan seragam, bukan karena kemauannya sendiri.
  2. I have to finish my English assignment before Friday (Saya harus menyelesaikan tugas Bahasa Inggris saya sebelum hari Jumat); keharusan menyelesaikan tugas sebelum hari Jumat ini datang dari Guru Bahasa Inggris bukan dari pembicaranya.
  3. Leo has to return Ayu’s dictionary tomorrow (Leo harus mengembalikan kamus Ayu besok); keharusan mengembalikan buku besok, lebih dikarenakan tempo yang diberikan oleh Ayu bukan karena niat Leo sendiri.
Kalimat-kalimat di atas mengindikasikan ungkapan keharusan masa kini atau ketika sedang berbicara. Untuk mengungkapkan suatu keharusan pada masa lampau dan pada masa mendatang, maka “had to” dan “will have to” digunakan. “had to” untuk mengungkapkan keharusan di masa lampau, sementara “will have to” untuk mengungkapkan keharusan pada masa mendatang.  Misalnya:

  1. Ayu had to come back home late yesterday due to helping her teacher at school (Ayu harus pulang terlambat kemarin karena membantu gurunya di sekolah).
  2. Yuli and Rasti had to stay at school after school time for preparing Science competition (Yuli dan Rasti harus tinggal di sekolah setelah pulang untuk mempersiapkan kompetisi Sains.
  3. I will have to go to Klungkung next week (Saya harus ke Klungkung minggu depan).
  4. I will have to return this book to school library next Monday (Saya harus mengembalikan buku ini ke perpustakaan sekolah Senin depan).
C. SHOULD (HARUS/ SEHARUSNYA)

Suatu pernyataan keharusan juga dapat diungkapkan dengan modalShould”. Akan tetapi, pernyataan keharusan yang dibuat dengan modalshould” memiliki tendensi keharusan yang lebih rendah dibandingkan dengan pernyataan keharusan yang dibuat dengan dengan modalmust” dan/atau “have to”. Pernyataan keharusan yang menggunakan modal “should” lebih mengindikasikan suatu nasihat daripada keharusan.

  1. must/have to = 100% menyatakan keharusan. Misalnya: Students must wear uniform at school (siswa harus mengenakan seragam di sekolah).
  2. should = 50% keharusan. Misalnya: You look tired. You should have a rest (Kamu kelihatan lelah, kamu sebaiknya istirahat).
     Materi obligation (keharusan) dapat didownload melalui tautan di bawah ini:

 

Share:

PERTEMUAN 1 PENGENALAN TOPIK DAN KONTRAK KELAS


Jumat, 23 Juli 2021

Pada hari ini dilaksanakan Virtual Meeting melalui Google Meet dengan siswa kelas 9 SMPN Satu Atap 2 Batukandik. Pada pertemuan ini disampaikan topik-topik yang akan dipelajari di Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021/2022 serta pembahasan kontrak kelas.

Materi presentasi dapat didownload disini




Share:

Popular Posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Ad Code

Responsive Advertisement

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Labels